Beranda » CEWEK BANGET » Seperti Ji Eun Tak di Drama Korea Goblin, 2 Cewek Ini Bisa Bertemu dan Berinteraksi Dengan Hantu

Seperti Ji Eun Tak di Drama Korea Goblin, 2 Cewek Ini Bisa Bertemu dan Berinteraksi Dengan Hantu

Social Media

”Facebook”  ”Twitter” 

Ji Eun Tak, tokoh utama di drama Korea Goblin punya kemampuan bisa melihat dan berinteraksi dengan hantu. Dia malah menjalin hubungan persahabatan dengan hantu-hantu tersebut, bahkan menolong sang hantu yang ingin melakukan sesuatu di dunia tapi enggak bisa. Melihat Eun Tak, kita jadi bertanya-tanya, gimana ya rasanya bisa melihat hantu? Digambarkan, awalnya Eun Tak ketakutan dan risih dengan kehadiran hantu-hantu ini, tapi akhirnya dia memilih untuk menerima kenyataan dan jadi berteman dengan mereka.

Di kehidupan nyata, sosok seperti Eun Tak mungkin saja ada. Mereka yang diberi kelebihan bisa merasakan dan melihat kehadiran hantu. Saya sendiri punya teman yang punya kelebihan ini. Dia pernah bercerita ketika menginap di salah satu hotel di Bangkok, dia didatangi oleh dua orang anak kecil dan orangtua yang menatapnya dengan wajah sedih. Belakangan, dia tahu kalau tahun 1980-an lalu, pernah ada kebakaran hebat di hotel itu dan satu keluarga meninggal.

Itu bukan pertama kalinya dia mengalami kejadian itu. Beberapa hari yang lalu, saya tengah jalan bareng dia. Kami berjalan kaki di daerah Kwitang, Jakarta Pusat, menuju Cikini. Di tengah jalan, saya melihat ada rumah tua yang tidak terurus. Karena penasaran, saya mendekati rumah itu untuk memotretnya. Saya pun mengajaknya masuk ke pekarangan depan, tapi dia menolak sambil bilang dia merasakan hawa yang enggak enak dan mengajak saya pergi. Jujur saja, bulu kuduk saya merinding, meski saat itu masih siang. Refleks saya langsung menjauh dari tempat itu, tanpa menoleh lagi ke belakang.

Kemampuan melihat atau merasakan hal ghaib memang enggak dimiliki oleh semua orang. Hanya orang terpilih saja yang bisa memilikinya. Mungkin kita menganggap hal ini sebagai musibah, karena membayangkan betapa enggak tenangnya hidup mereka karena bisa merasakan atau melihat hantu. Namun, ada juga yang menganggap ini sebagai sebuah anugrah. Buka halaman berikutnya untuk membaca pengakuan 2 cewek yang bisa melihat atau merasakan kehadiran hantu.

Foto: dramafever.com

Akhirnya Berusaha Menerima

“Aku sebenarnya sudah bisa melihat hantu sejak kecil, tapi aku sendiri lupa. Hanya saja, mamaku sering cerita kalau aku dulu suka banget ngomong sendiri dan pas ditanya aku selalu bilang lagi ngomong sama teman. Aku baru ngeh itu pas udah SMA. Waktu itu aku lagi di sekolah dan tiba-tiba melihat ada sosok anak kecil di kelasku. Padahal harusnya enggak ada anak kecil. Beberapa kali aku juga pernah melihat sosok anak kecil atau perempuan. Tapi bentuk mereka biasa saja, dan mereka cuma melihatku.

Awalnya aku kaget. Apalagi kalau sedang sendirian trus tiba-tiba ada yang ngelihatin aku. Aku sempat ketakutan. Badanku juga terasa lemas gitu. Waktu cerita ke mama, mama bilang waktu kecil dulu aku juga sering melihat ‘mereka’, dan dulu aku enggak ketakutan. Sejak saat itu, aku mencoba untuk tenang. Yang bikin aku tenang, selama mereka enggak mengganggu, ya aku aman-aman saja. Dan untungnya mereka memang enggak mengganggu.

Aku enggak berkomunikasi dengan mereka. Aku hanya tahu kalau mereka ada. Lama-lama sih aku enggak mau ambil pusing kalau melihat mereka. Kadang aku serasa ada temannya juga, sih, he-he. Intinya, selama mereka enggak mengganggu, aku enggak takut. Lagipula, kalau akunya ketakutan, ya aku bakal capek sendiri. Toh mereka akan selalu ada. Jadi, aku berusaha buat menerimanya aja.” (Reza, Surabaya)

Foto: dramabeans.com

Sering Kesurupan

“Aku bisa merasaka dan melihat keberadaan makhluk halus. Ini bukan keinginanku, dan aku mikirnya ini anugrah, sih, kelebihan yang diberikan Tuhan buatku. Aku mulai menyadarinya sejak TK. Aku pernah melihat makhluk gede kayak genderuwo gitu dan ada makhluk emas kayak robot di halaman rumahku. Karena itu, aku langsung sakit dan menangis, menjerit-jerit karena ketakutan.

Sejak saat itu, kehidupanku biasa-biasa saja. Sampai akhirnya aku masuk SMA. Waktu itu aku sekolah di pesantren. Aku ngerasa enggak betah di pesantren itu, aku sering sakit, sering tiba-tiba kram enggak karuan, juga kejang-kejang. Pas dibawa ke klinik, dokter kebingungan. Pas diinfus, jarum suntiknya enggak bisa tembus kulit. Selama aku sekolah di sana memang sering merasa aneh. Aku merasa ada yang mengikutiku, apalagi di kamar mandi dan tangga. Aku jadi pengin cepat pulang. Akhirnya aku pindah sekolah.

Akhirnya aku sadar kalau itu bukan penyakit medis. Dari orang sekitarku, aku paham kalau aku sering ngomong sendiri, padahal menurutku aku ngobrol dengan orang lain, entah itu anak kecil, orangtua, nenek-nenek, laki-laki. Aku baru sadar kalau sudah ditegur. Soalnya kalau aku sedang berkomunikasi dengan mereka, aku suka enggak sadar.

Aku memang sering kesurupan. Bahkan, waktu aku kelas 3 SMA, aku pernah kesurupan dan hampir seharian enggak sadar. Kata guru agamaku, aku disukai oleh makhluk gaib. Sampai lulus SMA, masih sering digangguin tapi katanya mereka enggak berniat jahat. Katanya mereka cuma mau jagain aku. Memang, sih, kalau hal begini kita bisa percaya enggak percaya gitu. Sekarang sih aku anggap aja ini kelebihan. (Sri, Bekasi)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: